Gunung Sinabung adalah sebuah gunung di
Dataran Tinggi Karo,
Kabupaten Karo,
Sumatera Utara,
Indonesia. Sinabung bersama
Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara. Ketinggian gunung ini adalah 2.460 meter. Gunung ini menjadi puncak tertinggi di Sumatera Utara. Gunung ini belum pernah tercatat meletus sejak tahun 1600.
Koordinat puncak gunung Sinabung adalah 3 derajat 10 menit LU, 98 derajat 23 menit BT.
Gunung Sibayak (2.212 m) adalah sebuah
gunung yang menghadap ke kota
Brastagi di
Sumatra Utara. Orang Batak Karo menyebut gunung Sibayak dengan sebutuan "gunung Raja". Gunung Sibayak merupakan gunung berapi dan meletus terakhir tahun 1881. Gunung ini berada di sekitar 50 kilometer barat daya
Kota Medan.
Gunung Singgalang merupakan sebuah
gunung yang terdapat di provinsi
Sumatera Barat,
Indonesia dengan ketinggian 2,877
meter.
Dari bentuknya, gunung ini sangat mirip dengan
Gunung Merbabu di
Jawa Tengah. Gunung ini sudah tidak aktif lagi dan mempunyai telaga di puncaknya yang merupakan bekas kawah, Telaga ini dinamai
Telaga Dewi. Gunung Singgalang mempunyai kawasan
hutan gunung yang sangat lembap serta memiliki kandungan air yang banyak.
Gunung Marapi (juga dikenal sebagai
Merapi atau
Berapi) adalah gunung berapi yang terletak di
Sumatera Barat,
Indonesia. Gunung ini tergolong gunung yang paling aktif di
Sumatera. Terletak dalam kawasan administrasi
Kabupaten Agam. Gunung ini dapat juga dilihat dari
kota Bukittinggi,
kota Padangpanjang dan
kabupaten Tanah Datar dan memiliki ketinggian 2.891 m. Gunung Marapi sudah meletus lebih dari 50 kali sejak akhir abad 18
Gunung Talamau adalah
gunung yang terletak di
Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi
Sumatera Barat, berdampingan dengan
Gunung Pasaman. Gunung tertinggi di Provinsi Sumatera Barat ini memiliki ketinggian 2,920 meter ini, termasuk dalam tipe gunung api tidak aktif.
Dibawah puncak gunung pada ketinggian sekitar 2.750 m, terdapat 13
telaga. Nama-nama telaga diambil berdasarkan beberapa cerita legenda yang diyakini oleh penduduk disekitar Gunung Talamau.
- Talago Biru.
- Talago Buluah Parindu.
- Talago Cindua Mato.
- Talago Imbang Langik.
- Talago Lumuik.
- Talago Mandeh Rubiah.
- Talago Puti Bungsu.
- Talago Puti Sangka Bulan.
- Talago Rajo Dewa.
- Talago Satwa.
- Talago Siuntuang Sudah.
- Talago Tapian Puti Mambang Surau.
- Talago Tapian Sutan Bagindo.
Gunung Talamau juga memiliki
air terjun dengan ketinggian lebih dari 100 meter, bernama Air Terjun Puti Lenggo Geni
Gunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah
gunung tertinggi di
Sumatra, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar
Papua. Gunung Kerinci terletak di Pegunungan
Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan
Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat
Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat
harimau sumatra dan
badak sumatra.
Gunung Dempo (3159 mdpl) terletak di perbatasan
propinsi Sumatera Selatan dan propinsi
Bengkulu. Untuk mencapai desa terdekat, terlebih dahulu anda harus mencapai
kota Pagar Alam, kurang lebih 7 jam perjalanan darat dari
Palembang. Dari ibukota Sumatera Selatan ini tersedia banyak bus ke arah Pagar Alam. Atau apabila anda dari Jakarta, sebelumnya dapat menumpang bus jurusan Bengkulu atau
Padang, dan turun di
Lahat.
Kota Pagar Alam, memang sesuai dengan namanya, kota ini jelas dikelilingi oleh
pegunungan Bukit Barisan dan yang tertinggi dari barisan tersebut adalah Gunung Dempo. Gunung ini sangat indah menjulang tegak menggapai langit nan biru apabila dilihat pada pagi hari.
Oleh karena itu sangat tepat bila bermalam dulu di kota ini, disini banyak tersedia
losmen atau
motel, berkisar Rp. 20.000 semalam. Budaya kota yang sudah berbaur dari berbagai suku baik pendatang maupun asli menciptakan kedamaian yang anda tidak peroleh di kota-kota besar.
Dari terminal Pagar Alam, terlebih dulu mencarter mobil/taksi untuk jurusan Pabrik Teh PTPN III yang jaraknya mencapai 15
km dari terminal. Di pabrik ini ada baiknya anda berkenalan dengan seseorang yang biasa dipanggil pak Anton, beliau termasuk yang dituakan oleh para pencinta alam seantero Sumsel-Lampung. Dengan meminta bantuannya, mobil carteran akan membawa anda ke desa terdekat dari kaki gunung Dempo, yang dapat memakan waktu lebih dari 20
menit, karena jalannya cukup terjal, berkelok dengan melewati hamparan kebun teh nan hijau.
Jalur menuju ke puncak gunung inipun sudah sangat jelas dan bahkan di hari-hari biasa pun banyak orang desa yang sengaja naik ke puncak baik itu untuk mencari kayu ataupun sekedar berhiking.
Meski gunung ini cukup tinggi, tetapi air jernih yang ada terdapat sampai setengah perjalanan ke gunung ini sehingga para pendaki tidak perlu khawatir kehabisan air minum selama perjalanan. Sebuah
sungai kecil yang jernih, mengalir di perbatasan hutan pertanda kita mulai memasuki daerah hutan yang ditumbuhi dengan tumbuhan yang mirip seperti yang kita dapati di gunung Gede-Pangrango, yaitu
hutan montana. Jalan setapak penuh dengan akar-akar yang melintang, kemiringan lereng sendiri cukup curam untuk memeras keringat. Tidak ada tanda-tanda khusus, keadaan hutan ini hampir homogen dan sangat hening.
Empat atau lima jam kemudian, kita akan memasuki daerah dengan
vegetasi tumbuhan berpohon rendah dan semakin rendah, beberapa daerah agak terbuka, pandangan pun menjadi luas. Gunung Dempo memiliki dua puncak yang satunya bernama Puncak Api. Menjelang puncak pertama Dempo yang merupakan dataran masif, Puncak pertama ditumbuhi tanaman yang rendah mirip perdu. Dari puncak pertama ini kita turun kembali ke lembah yang diapit oleh puncak pertama dan puncak utama. Dilembah ini terdapat sebuah sumber mata air mengalir di sini. Hanya airnya yang jernih ini sedikit kecut rasanya, mungkin pengaruh rembesan belerang.
Pendakian kepuncak utama tidak terlalu sulit. Lerengnya terdiri dari kerikil dan batu-batu dengan kemitingan lereng sekitar 40°, cukup stabil untuk didaki. Puncak utama gunung Dempo (3158 m), Merupakan kawah gunung berapi yang masih bergejolak dengan diameter sekitar seratus meter persegi. Dinding kawah cukup terjal dan tidak mungkin bisa dituruni tanpa batuan tali temali. Pemandangan dari puncak cukup mengasyikan. Selain kawah yang memberikan kesan khusus, tampak juga terhamparan propinsi Bengkulu dengan
Lautan Hindia dengan hamparan lembah yang sunyi dan hening. Perjalanan turun hanya memakan waktu dua jam. Bila kemalaman anda bisa menginap di Dusuun VI, dengan terlebih dahulu minta izin kepala keamanan di sana