Aku hidup di antara dua garis yang saling berpotongan dan membentuk sudut-sudut yang berbeda...
Aku hidup di antara angan-angan dan kenyataan yang tak sama...
Aku hanyalah seorang pembuat garis yang teratur...
Aku hanyalah seorang pemimpi yang tak ingin terbangun dari tidur...
The Dreamliner
hanya sekedar iseng
Minggu, 17 Maret 2013
sudah lupa
aku sudah lupa cara berteman...
aku sudah lupa cara berbagi...
aku sudah lupa cara berbicara...
aku sudah lupa cara menyayangi...
yg tidak ku lupa adalah caramu beralasan...
yg tidak ku lupa adalah caramu menyakiti...
aku sudah lupa cara berbagi...
aku sudah lupa cara berbicara...
aku sudah lupa cara menyayangi...
yg tidak ku lupa adalah caramu beralasan...
yg tidak ku lupa adalah caramu menyakiti...
asing
kita memang berada di tengah sawah yg kering kawan...
tapi jangan kau keringkan hatimu dari kasih sayang...
kita memang berada di tengah hutan yg gundul kawan...
tapi jangan kau gundulkan hatimu dari cinta...
kita memang berasal dari pulau yg berbeda kawan...
kita memang berasal dari tempat yg keras...
tapi tunjukkan bahwa orang seberang memiliki kasih sayang dan cinta...
tunjukkan kawan...
tunjukkan...
tapi jangan kau keringkan hatimu dari kasih sayang...
kita memang berada di tengah hutan yg gundul kawan...
tapi jangan kau gundulkan hatimu dari cinta...
kita memang berasal dari pulau yg berbeda kawan...
kita memang berasal dari tempat yg keras...
tapi tunjukkan bahwa orang seberang memiliki kasih sayang dan cinta...
tunjukkan kawan...
tunjukkan...
Jumat, 30 Desember 2011
Sedikit belajar memahami "Indah pada waktunya"
apa yang lo banggain dari mendapatkan pasangan dengan cara merebut milik orang lain, yang jelas-jelas ngga mencintai lo... satu hal yang lo harus tau, cinta itu kebahagiaan... trus ketika orang yang lo cintai ngga bahagia bersama lo, apalagi yang lo harepin... Entah dengan apa gw mencoba mendefinisikan cinta, yang gw temuin cuma dua kata, yaitu "BAHAGIA" dan "SEDIH". Bahagia adalah ketika orang yang gw cintai ada di samping gw. Sedih adalah saat dimana orang yang gw cintai berada jauh dari pandangan gw. Namun kebahagiaan gw bukanlah segalanya , kesedihan gw pun bukanlah alesan mutlak yang bisa dijadikan sebuah ikatan agar orang yang gw cintai, berada dideket gw. Melepaskan terkadang perlu untuk dilakukan. Melepaskan bukan berarti berhenti mencintai. Melepaskan bisa juga berarti memberikan kesempatan kepada orang gw cintai menemukan kebahagiaannya sendiri dan memberi kesempatan kepada hati gw untuk melatih kesabaran, dan memberi pelajaran bahwa ngga semua hal di dunia ini bisa gw miliki.
sungguh sangat memperihatinkan (benar ngga tuh tulisannya hehe...) ketika seseorang rela melakukan segala tipu muslihat agar orang yang lo cintai berada disamping lo. ngga perduli seberapa banyak orang yang lo sakitin. bahkan kalau orang yang lo cintai pun juga merasa sakit, rasanya lo ngga perduli. ironis emang berada di posisi seperti itu, "Ketika Cinta Berbalut Obsesi" (bukan Bertasbih..hehe..). cinta tanpa memiliki emang ngga berarti apa-apa. tapi bukan berarti hanya ada satu cinta, bukan di dunia ini... masih banyak cinta-cinta yang lain yang mungkin akan datang. jadi ngga perlu saling merebut, menyakiti, ataupun bersaing untuk mendapatkan cinta yang di inginkan.
gw bisa aja nangis karena ngga bisa memiliki orang yang gw cintai, namun akan yang lebih pahit lagi dari semua itu adalah ketika gw menyadari bahwa orang yang gw cintai ternyata ngga bahagia dengan keberadaan gw, yang lebih menyakitkan lagi kalau orang gw cintai, mencintai orang lain(aiiihhh...mati...). tapi sekali lagi, kebahagiaan dan kesedihan ngga bisa dijadikan alesan untuk memiliki. egois namanya ketika kita menerapkan prinsip seperti itu. biarkanlah cinta itu datang dan pergi, kebahagian pastiakan datang dengan sendirinya. cukup tanamkan dalam hati bahwa semua akan indah pada tempat dan waktu yang tepat.
Rabu, 21 Desember 2011
Ayo Sumatera...
Gunung Sinabung adalah sebuah gunung di Dataran Tinggi Karo, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Indonesia. Sinabung bersama Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara. Ketinggian gunung ini adalah 2.460 meter. Gunung ini menjadi puncak tertinggi di Sumatera Utara. Gunung ini belum pernah tercatat meletus sejak tahun 1600. Koordinat puncak gunung Sinabung adalah 3 derajat 10 menit LU, 98 derajat 23 menit BT.
Gunung Sibayak (2.212 m) adalah sebuah gunung yang menghadap ke kota Brastagi di Sumatra Utara. Orang Batak Karo menyebut gunung Sibayak dengan sebutuan "gunung Raja". Gunung Sibayak merupakan gunung berapi dan meletus terakhir tahun 1881. Gunung ini berada di sekitar 50 kilometer barat daya Kota Medan.
Gunung Singgalang merupakan sebuah gunung yang terdapat di provinsi Sumatera Barat, Indonesia dengan ketinggian 2,877 meter.
Dari bentuknya, gunung ini sangat mirip dengan Gunung Merbabu di Jawa Tengah. Gunung ini sudah tidak aktif lagi dan mempunyai telaga di puncaknya yang merupakan bekas kawah, Telaga ini dinamai Telaga Dewi. Gunung Singgalang mempunyai kawasan hutan gunung yang sangat lembap serta memiliki kandungan air yang banyak.
Gunung Marapi (juga dikenal sebagai Merapi atau Berapi) adalah gunung berapi yang terletak di Sumatera Barat, Indonesia. Gunung ini tergolong gunung yang paling aktif di Sumatera. Terletak dalam kawasan administrasi Kabupaten Agam. Gunung ini dapat juga dilihat dari kota Bukittinggi, kota Padangpanjang dan kabupaten Tanah Datar dan memiliki ketinggian 2.891 m. Gunung Marapi sudah meletus lebih dari 50 kali sejak akhir abad 18
Gunung Talamau adalah gunung yang terletak di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, berdampingan dengan Gunung Pasaman. Gunung tertinggi di Provinsi Sumatera Barat ini memiliki ketinggian 2,920 meter ini, termasuk dalam tipe gunung api tidak aktif.
Dibawah puncak gunung pada ketinggian sekitar 2.750 m, terdapat 13 telaga. Nama-nama telaga diambil berdasarkan beberapa cerita legenda yang diyakini oleh penduduk disekitar Gunung Talamau.
Gunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra.
Gunung Dempo (3159 mdpl) terletak di perbatasan propinsi Sumatera Selatan dan propinsi Bengkulu. Untuk mencapai desa terdekat, terlebih dahulu anda harus mencapai kota Pagar Alam, kurang lebih 7 jam perjalanan darat dari Palembang. Dari ibukota Sumatera Selatan ini tersedia banyak bus ke arah Pagar Alam. Atau apabila anda dari Jakarta, sebelumnya dapat menumpang bus jurusan Bengkulu atau Padang, dan turun di Lahat.
Kota Pagar Alam, memang sesuai dengan namanya, kota ini jelas dikelilingi oleh pegunungan Bukit Barisan dan yang tertinggi dari barisan tersebut adalah Gunung Dempo. Gunung ini sangat indah menjulang tegak menggapai langit nan biru apabila dilihat pada pagi hari.
Oleh karena itu sangat tepat bila bermalam dulu di kota ini, disini banyak tersedia losmen atau motel, berkisar Rp. 20.000 semalam. Budaya kota yang sudah berbaur dari berbagai suku baik pendatang maupun asli menciptakan kedamaian yang anda tidak peroleh di kota-kota besar.
Dari terminal Pagar Alam, terlebih dulu mencarter mobil/taksi untuk jurusan Pabrik Teh PTPN III yang jaraknya mencapai 15 km dari terminal. Di pabrik ini ada baiknya anda berkenalan dengan seseorang yang biasa dipanggil pak Anton, beliau termasuk yang dituakan oleh para pencinta alam seantero Sumsel-Lampung. Dengan meminta bantuannya, mobil carteran akan membawa anda ke desa terdekat dari kaki gunung Dempo, yang dapat memakan waktu lebih dari 20 menit, karena jalannya cukup terjal, berkelok dengan melewati hamparan kebun teh nan hijau.
Jalur menuju ke puncak gunung inipun sudah sangat jelas dan bahkan di hari-hari biasa pun banyak orang desa yang sengaja naik ke puncak baik itu untuk mencari kayu ataupun sekedar berhiking.
Meski gunung ini cukup tinggi, tetapi air jernih yang ada terdapat sampai setengah perjalanan ke gunung ini sehingga para pendaki tidak perlu khawatir kehabisan air minum selama perjalanan. Sebuah sungai kecil yang jernih, mengalir di perbatasan hutan pertanda kita mulai memasuki daerah hutan yang ditumbuhi dengan tumbuhan yang mirip seperti yang kita dapati di gunung Gede-Pangrango, yaitu hutan montana. Jalan setapak penuh dengan akar-akar yang melintang, kemiringan lereng sendiri cukup curam untuk memeras keringat. Tidak ada tanda-tanda khusus, keadaan hutan ini hampir homogen dan sangat hening.
Empat atau lima jam kemudian, kita akan memasuki daerah dengan vegetasi tumbuhan berpohon rendah dan semakin rendah, beberapa daerah agak terbuka, pandangan pun menjadi luas. Gunung Dempo memiliki dua puncak yang satunya bernama Puncak Api. Menjelang puncak pertama Dempo yang merupakan dataran masif, Puncak pertama ditumbuhi tanaman yang rendah mirip perdu. Dari puncak pertama ini kita turun kembali ke lembah yang diapit oleh puncak pertama dan puncak utama. Dilembah ini terdapat sebuah sumber mata air mengalir di sini. Hanya airnya yang jernih ini sedikit kecut rasanya, mungkin pengaruh rembesan belerang.
Pendakian kepuncak utama tidak terlalu sulit. Lerengnya terdiri dari kerikil dan batu-batu dengan kemitingan lereng sekitar 40°, cukup stabil untuk didaki. Puncak utama gunung Dempo (3158 m), Merupakan kawah gunung berapi yang masih bergejolak dengan diameter sekitar seratus meter persegi. Dinding kawah cukup terjal dan tidak mungkin bisa dituruni tanpa batuan tali temali. Pemandangan dari puncak cukup mengasyikan. Selain kawah yang memberikan kesan khusus, tampak juga terhamparan propinsi Bengkulu dengan Lautan Hindia dengan hamparan lembah yang sunyi dan hening. Perjalanan turun hanya memakan waktu dua jam. Bila kemalaman anda bisa menginap di Dusuun VI, dengan terlebih dahulu minta izin kepala keamanan di sana
Gunung Sibayak (2.212 m) adalah sebuah gunung yang menghadap ke kota Brastagi di Sumatra Utara. Orang Batak Karo menyebut gunung Sibayak dengan sebutuan "gunung Raja". Gunung Sibayak merupakan gunung berapi dan meletus terakhir tahun 1881. Gunung ini berada di sekitar 50 kilometer barat daya Kota Medan.
Gunung Singgalang merupakan sebuah gunung yang terdapat di provinsi Sumatera Barat, Indonesia dengan ketinggian 2,877 meter.
Dari bentuknya, gunung ini sangat mirip dengan Gunung Merbabu di Jawa Tengah. Gunung ini sudah tidak aktif lagi dan mempunyai telaga di puncaknya yang merupakan bekas kawah, Telaga ini dinamai Telaga Dewi. Gunung Singgalang mempunyai kawasan hutan gunung yang sangat lembap serta memiliki kandungan air yang banyak.
Gunung Marapi (juga dikenal sebagai Merapi atau Berapi) adalah gunung berapi yang terletak di Sumatera Barat, Indonesia. Gunung ini tergolong gunung yang paling aktif di Sumatera. Terletak dalam kawasan administrasi Kabupaten Agam. Gunung ini dapat juga dilihat dari kota Bukittinggi, kota Padangpanjang dan kabupaten Tanah Datar dan memiliki ketinggian 2.891 m. Gunung Marapi sudah meletus lebih dari 50 kali sejak akhir abad 18
Gunung Talamau adalah gunung yang terletak di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, berdampingan dengan Gunung Pasaman. Gunung tertinggi di Provinsi Sumatera Barat ini memiliki ketinggian 2,920 meter ini, termasuk dalam tipe gunung api tidak aktif.
Dibawah puncak gunung pada ketinggian sekitar 2.750 m, terdapat 13 telaga. Nama-nama telaga diambil berdasarkan beberapa cerita legenda yang diyakini oleh penduduk disekitar Gunung Talamau.
- Talago Biru.
- Talago Buluah Parindu.
- Talago Cindua Mato.
- Talago Imbang Langik.
- Talago Lumuik.
- Talago Mandeh Rubiah.
- Talago Puti Bungsu.
- Talago Puti Sangka Bulan.
- Talago Rajo Dewa.
- Talago Satwa.
- Talago Siuntuang Sudah.
- Talago Tapian Puti Mambang Surau.
- Talago Tapian Sutan Bagindo.
Gunung Kerinci (juga dieja "Kerintji", dan dikenal sebagai Gunung Gadang, Berapi Kurinci, Kerinchi, Korinci, atau Puncak Indrapura) adalah gunung tertinggi di Sumatra, dan puncak tertinggi di Indonesia di luar Papua. Gunung Kerinci terletak di Pegunungan Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang. Gunung ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau sumatra dan badak sumatra.
Gunung Dempo (3159 mdpl) terletak di perbatasan propinsi Sumatera Selatan dan propinsi Bengkulu. Untuk mencapai desa terdekat, terlebih dahulu anda harus mencapai kota Pagar Alam, kurang lebih 7 jam perjalanan darat dari Palembang. Dari ibukota Sumatera Selatan ini tersedia banyak bus ke arah Pagar Alam. Atau apabila anda dari Jakarta, sebelumnya dapat menumpang bus jurusan Bengkulu atau Padang, dan turun di Lahat.
Kota Pagar Alam, memang sesuai dengan namanya, kota ini jelas dikelilingi oleh pegunungan Bukit Barisan dan yang tertinggi dari barisan tersebut adalah Gunung Dempo. Gunung ini sangat indah menjulang tegak menggapai langit nan biru apabila dilihat pada pagi hari.
Oleh karena itu sangat tepat bila bermalam dulu di kota ini, disini banyak tersedia losmen atau motel, berkisar Rp. 20.000 semalam. Budaya kota yang sudah berbaur dari berbagai suku baik pendatang maupun asli menciptakan kedamaian yang anda tidak peroleh di kota-kota besar.
Dari terminal Pagar Alam, terlebih dulu mencarter mobil/taksi untuk jurusan Pabrik Teh PTPN III yang jaraknya mencapai 15 km dari terminal. Di pabrik ini ada baiknya anda berkenalan dengan seseorang yang biasa dipanggil pak Anton, beliau termasuk yang dituakan oleh para pencinta alam seantero Sumsel-Lampung. Dengan meminta bantuannya, mobil carteran akan membawa anda ke desa terdekat dari kaki gunung Dempo, yang dapat memakan waktu lebih dari 20 menit, karena jalannya cukup terjal, berkelok dengan melewati hamparan kebun teh nan hijau.
Jalur menuju ke puncak gunung inipun sudah sangat jelas dan bahkan di hari-hari biasa pun banyak orang desa yang sengaja naik ke puncak baik itu untuk mencari kayu ataupun sekedar berhiking.
Meski gunung ini cukup tinggi, tetapi air jernih yang ada terdapat sampai setengah perjalanan ke gunung ini sehingga para pendaki tidak perlu khawatir kehabisan air minum selama perjalanan. Sebuah sungai kecil yang jernih, mengalir di perbatasan hutan pertanda kita mulai memasuki daerah hutan yang ditumbuhi dengan tumbuhan yang mirip seperti yang kita dapati di gunung Gede-Pangrango, yaitu hutan montana. Jalan setapak penuh dengan akar-akar yang melintang, kemiringan lereng sendiri cukup curam untuk memeras keringat. Tidak ada tanda-tanda khusus, keadaan hutan ini hampir homogen dan sangat hening.
Empat atau lima jam kemudian, kita akan memasuki daerah dengan vegetasi tumbuhan berpohon rendah dan semakin rendah, beberapa daerah agak terbuka, pandangan pun menjadi luas. Gunung Dempo memiliki dua puncak yang satunya bernama Puncak Api. Menjelang puncak pertama Dempo yang merupakan dataran masif, Puncak pertama ditumbuhi tanaman yang rendah mirip perdu. Dari puncak pertama ini kita turun kembali ke lembah yang diapit oleh puncak pertama dan puncak utama. Dilembah ini terdapat sebuah sumber mata air mengalir di sini. Hanya airnya yang jernih ini sedikit kecut rasanya, mungkin pengaruh rembesan belerang.
Pendakian kepuncak utama tidak terlalu sulit. Lerengnya terdiri dari kerikil dan batu-batu dengan kemitingan lereng sekitar 40°, cukup stabil untuk didaki. Puncak utama gunung Dempo (3158 m), Merupakan kawah gunung berapi yang masih bergejolak dengan diameter sekitar seratus meter persegi. Dinding kawah cukup terjal dan tidak mungkin bisa dituruni tanpa batuan tali temali. Pemandangan dari puncak cukup mengasyikan. Selain kawah yang memberikan kesan khusus, tampak juga terhamparan propinsi Bengkulu dengan Lautan Hindia dengan hamparan lembah yang sunyi dan hening. Perjalanan turun hanya memakan waktu dua jam. Bila kemalaman anda bisa menginap di Dusuun VI, dengan terlebih dahulu minta izin kepala keamanan di sana
Sabtu, 03 Desember 2011
seru juga...
penasaran,,,
mungkin itu kli awalnya gw bikin ini blog,,,
apalagi klo liat orang2 pada ngomongin blog, yaa gw cuma bisa jadi pendengar setia doang tanpa komentar,,,
nah sekarang gw coba2 bikin sendiri trus ngotak atik, yaa sokkk tau aja lah...
eehhh,,,ternyata seru juga ya bisa berjam-jam,,,hehe,,,
sekarang tinggal belajar gimana caranya nulis ini blog biar rame,,,hehe...
ternyata nulis aja susah ya, bingung malah,,,padahal waktu SD disuruh bikin karang trus ma ibu guru,,,
pokoknya gw salut dah ma orang2 yg pinter ma suka banget nulis,,,
mungkin itu kli awalnya gw bikin ini blog,,,
apalagi klo liat orang2 pada ngomongin blog, yaa gw cuma bisa jadi pendengar setia doang tanpa komentar,,,
nah sekarang gw coba2 bikin sendiri trus ngotak atik, yaa sokkk tau aja lah...
eehhh,,,ternyata seru juga ya bisa berjam-jam,,,hehe,,,
sekarang tinggal belajar gimana caranya nulis ini blog biar rame,,,hehe...
ternyata nulis aja susah ya, bingung malah,,,padahal waktu SD disuruh bikin karang trus ma ibu guru,,,
pokoknya gw salut dah ma orang2 yg pinter ma suka banget nulis,,,
Langganan:
Postingan (Atom)





